Teguran nyata

Tadi pagi aku di bangunkan oleh suara HP ku, ternyata penggilan dari omaku, oma menanyakan kabar tentang aku. tapi tidak hanya itu saja, ternyata maksud sebanarnya adalah mengabarkan berita duka atas mennggalnya keponakanku.
aku kaget mendengar hal ini,,, antara pecaya dan tidak. karena usianya masih sangat muda dan jauh dibawahku yaitu 12 tahun. hal ini terus mengisi pikiranku seharian ini, rasa belum percaya masih ada dalam hatiku. aku memikirkan betapa bedukanya keluarga yang di tinggalkan. betapa mereka terpukul dan bahkan belum bisa menerima hal ini.

tapi di balik semua ini juga ada yang menghantui pikiranku ketika aku memikirkan kematian tidak mengenal usia. aku tau Tuhan punya rencana akan semua ini. tetapi aku berpikir bagamana jika aku yang di panggil kemudian??? apakah aku sudah siap??? dalam keadaanku saat ini aku sungguh khawatir. saat ini aku sangat jauh dari Tuhan, aku meninggalkan Tuhan sudah begitu lama, aku sungguh tertegur dengan kejadian ini. aku takut ketika aku di panggil keadaan ku masih seperti ini, aku takut aku tidak bisa mempertanggungjawabkan kisah hidupku di dunia ini. aku takut tidak bisa masuk ke tahta kerajaan sorga bersama-sama dengan Tuhan. saat ini aku bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesempatan kepadaku untuk memperbaiki semuanya, Tuhan masih mau aku bersama dengan Dia,
Terima kasih Tuhan

kisah aku

kemarin aku kuat
kemarin aku tegar
aku tak pernah takut
aku tak pernah gentar

kini saat badai itu datang

kisah aku luluh
kisah aku hancur
kisah aku semakin jauh
kisah aku lebur

dan sekarang aku ingin

memulai kisah baru
kembali ke jalan yang benar
mengubah hidupku yang kelabu
dan sekarang aku mulai

Gempa Maha Dahsyat Akan Segera Terjadi


Belakangan makin banyak terjadi bencana alam yang merengut banyak jiwa. Belum hilang di ingatan kita bencana Tsunami Aceh, lalu belum lama ini terjadi gempa Padang, lalu gempa di Haiti, dan belakangan terjadi lagi gempa di Chile. Gejala apakah ini?

Bagaimana menurut Alkitab, Apa yang sedang terjadi? Ternyata itu semua merupakan ‘alarm ilahi’, atau ‘tanda peringatan dini dari Yang di Atas’.

Menurut Alkitab, pada puncak akhir zaman, yaitu di tulah Murka ke Tujuh, atau yang penghabisan, akan terjadi sebuah gempa maha dahsyat, yang akan terjadi setelah Armagedon dan tepat menjelang kedatangan Tuhan Yesus kembali ke bumi, yaitu pada pertengahan tahun ke-7 dari tujuh masa ke-70 itu.

Gempa maha dahsyat ini disingkapkan Alkitab merupakan gempa global yang akan merubah peta daratan bumi, sekaligus mencatat babak sejarah baru peradaban umat manusia. Wahyu 16 melukiskannya sebagai berikut:

“Dan malaikat yang ketujuh menumpahkan cawannya ke angkasa. Dan dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara yang nyaring dari takhta itu, katanya: “Sudah terlaksana.” (17)

Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. (18)

Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya. (19)

Dan semua pulau hilang lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. (20)

Gempa ini bahkan dikatakan begitu dahsyatnya seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Melihat dampak dan ciri-ciri bencana yang digambarkan di ayat 19, yaitu kota-kota yang terbelah, bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan tektonik bumi (Tectonic plates).

Menurut para ahli, permukaan bumi kita ternyata terdiri dari beberapa lempengan yang masing-masing terpisah satu sama lain. Lempengan-lempengan ini merupakan lapisan terluar bumi yang disebut oleh para ahli sebagai “lithosphere”. Lempengan-lempengan ini merupakan dasar dari benua dan lautan luas di dunia.

Lempengan-lempengan ini dari waktu ke waktu bergerak saling mendesak dan menciptakan dinamika dan bentuk geologi bumi kita sekarang ini. Para ahli menjelaskan bahwa pegunungan-pegunungan merupakan lekukan-lekukan “lithosphere” akibat tekanan lempengan-lempengan yang saling mendesak. Dalam proses desakan inilah akan terjadi gempa-gempa tektonik yang skalanya tergantung dari seberapa besar energi yang dilepaskan oleh pergeseran yang terjadi.

Gempa-gempa akibat pergeseran kulit bumi ini merupakan bencana-bencana yang sangat dahsyat dan paling menghancurkan. Sebagai contoh dalam sejarah tercatat gempa-gempa seperti gempa di propinsi Shaanxi – China Tahun 1556, gempa di San Fransisco April 1906, gempa di Indian Ocean yang memicu Tsunami Aceh Tahun 2004.

Gempa Shaanxi di China Tahun 1556, diperkirakan menelan 820,000 korban jiwa lebih, merupakan gempa paling mematikan sepanjang sejarah umat manusia. Gempa yang terjadi pada pagi hari 23 Januari 1556 ini meluluh lantakan area sepanjang 840 km. Lihat di situs wikipedia.org dengan alamat http://en.wikipedia.org/wiki/1556_Shaanxi_earthquake

Epicenter gempa Shaanxi ini terletak di lembah Sungai Wei dekat kota Huaxian, Weinan dan Huayin. Efek dari gempa ini mencapai 500 km dari epicentrum, di beberapa tempat tanah retakan terbuka sedalam mencapai 20 meter. Gempa ini juga menciptakan tanah longsor yang menelan banyak korban. Dalam sebuah materi studi sejarah gempa China dicatat bahwa tanah secara tiba-tiba terangkat dan membentuk bukit-bukit. Dan daratan tiba-tiba amblas membentuk jurang baru. Sungguh gambaran yang sangat mengerikan.

Gempa di San Fransisco April 1906 dapat dijadikan bahan kajian. Akibat terjadinya pergeseran lempengan bumi di “patahan San Andreas”, kota San Fransisco telah mengalami bencana yang paling parah sepanjang sejarah Amerika.



Hari Rabu 18 April 1906 dini hari, sebuah gempa tektonik dengan epicentrum berjarak 3 kilometer dari kota San Fransisco terjadi. Celah sepanjang 477 km terbuka akibat pergeseran lempeng bumi. Menciptakan gempa yang meluluh lantakan seluruh kota dengan kebakaran dan menelan 3000 lebih korban jiwa. Gempa ini merupakan bencana alam dengan tingkat korban terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Pergeseran lempeng bumi yang terjadi di dalam laut juga dapat menimbulkan tsunami yang dahsyat. Tsunami Aceh (Indian Ocean) Desember 2004 adalah contoh dari apa yang dimaksud. Masih banyak contoh bencana-bencana dahsyat lain yang diakibatkan oleh tubrukan atau gesekan lempengan-lempengan bumi.

Namun semua yang pernah terjadi dalam sejarah tidak sebanding dengan gempa dahsyat yang dinubuatkan kitab Wahyu ini. Ayat 19 dan 20 menyingkapkan runtuhnya kota-kota bangsa-bangsa. Dan pulau-pulau bergeser serta gunung-gunung tidak ditemukan lagi. Dalam terjemahan King James jelas disebutkan, “the cities of the nations fell: … And every island fled away, and the mountains were not found”.

Nubuat Murka Allah ketujuh ini menggambarkan suatu bencana yang akan mengubah keadaan bumi secara dramatis. Pergeseran lempeng-lempeng permukaan bumi secara besar-besaran atau minimal serempak di banyak tempat di bumi akan terjadi. Juga hujan es besar (ayat 21) akan membuat ancaman serius bagi peradaban umat manusia.

Bila dibandingkan dengan gempa-gempa dalam sejarah, seolah-olah Gempa San Fransisco dan sejenis gempa Shaanxi serta tsunami-tsunami terjadi secara serempak di setiap belahan bumi ini. Kalau hal itu terjadi, barulah mungkin setiap kota bangsa-bangsa akan runtuh sesuai yang dinubuatkan. Kalau semua lempengan-lempengan bumi bergerak barulah pulau-pulau akan turut bergeser dan mungkin beberapa gunung besar akan tenggelam ke dasar laut atau terbenam sama sekali ke dalam bumi. Betapa mengerikannya gempa dari Murka ketujuh ini.

Dalam kitab Yesaya pasal 24:1 yang juga merupakan ayat yang menubuatkan Murka terakhir ini, penggambarannya lebih jelas lagi. Bencana ini merupakan gempa akibat pergeseran lempengan permukaan bumi. Dalam terjemahan bahasa Indonesia ayat itu berkata. “Sesungguhnya, TUHAN akan menanduskan bumi dan akan menghancurkannya, akan membalikkan permukaannya, dan akan menyerakkan penduduknya.”

Dalam terjemahan bebas langsung dari bahasa Ibraninya, ayat ini menyebut adanya permukaan bumi yang mengalami “distorsi”. Dalam Today English Version dipakai kalimat “twist the earth”s surface”. Jadi memang bencana dahsyat ini menyangkut pergerakan lempengan-lempengan bumi yang ekstrim.

Dunia seharusnya menyadari, bahwa suatu gempa dahsyat seperti yang dinubuatkan kitab Wahyu akan terjadi dalam waktu tidak lama lagi. Sebenarnya alam telah mengirimkan tanda-tanda yang cukup lewat beberapa gempa tektonik yang beberapa kali terjadi belakangan ini. Alam memberi “warning” bahwa sebuah “Global Tectonic Quake”, begitu mungkin seharusnya istilah yang semestinya dipakai, tengah bergerak perlahan menuju titik kulminasinya.

Orang banyak seharusnya menyadari hal ini, apa lagi kita umat Tuhan yang memiliki Roh Kesaksian Yesus. Kita bukanlah anak-anak malam yang tidak tahu apa-apa, ketika semua ini terjadi. Apabila kita berjaga-jaga, dan memelihara ‘pelita’ kita tetap menyala, maksudnya terus mempelajari Alkitab Firman Allah (pelita), maka kita akan memahami semua ini.

sumber: houseofrevelation

Mendaki Tak Bisa menyerah..

apa yang anda bayangkan jika melihat sekelompok pendaki???


mungkin anda berpikir "wah keren pasti seru" atau "hal yang hanya membuang waktu", apapun pendapat anda mari kita tinjau kembali...

Mendaki adalah kegiatan yang paling saya gemari, bukan hanya sekedar untuk mengisi waktu, tetapi telah menjadi bagian dari hidup saya... begitu banyak hal yang dapat saya pelajari dari kegiatan ini... saya belajar untuk berjuang dalam mencapai sesuatu, saya belajar untuk mencintai alam, saya belajar untuk berpikir positif, saya belajar untuk saling berbagi dengan teman seperjalanan... dan sangat banyak hal baik lain yang saya dapatkan...



namun yang paling saya rasakan adalah, saya berjuang melawan diri saya sendiri, dimana saat saya memulai sebuah perjalanan, saya harus mempersiapkan segala sesuatunya hal ini harus di lakukan untuk mencegah resiko yang akan terjadi (artinya saya melawan sifat saya yang selalu masabodoh atau cuek dengan sega sesuatu)... dan dalam perjalanan saya terus melawan diri saya yang memancing saya untuk menyerah... saya mungkin bisa saja berhenti dan kembali... tetapi tujuan serta tekat yang menjadi landasan membuat saya bertahan, dan juga saya akan merasa diri sebagai pecundang jika berhenti sebelum mencapai tujuan...

mungkin resiko yang di bayangkan tiap orang yang membuat mereka membatalkan niatnya, saya juga pernah berpikr demikian sebelum memulai suatu perjalanan saya terbeban dengan resiko yang nati akan saya alami. pikiran pesimis ini bisa saja membuat saya menyerah... tetapi saya kembali berpegang pada tekad dimana kita tak akan pernah tau sesuatu yang indah jika tidah mencoba sesuatu yang buruk..
...

tidak ada yang dapat membatasi seorang petualang kecuali pikirannya sendiri

FBI (i am there)

Forum Backpacker Indonesia

pesta blogger

Pelita Hidup

CIBfast 2009

CIBFest 2008 Banner A kalo kalian suka blog ini vote di CIBfast yah...

parkour indonesia

Komunitas Parkour Indonesia

visitor

free counters

Mengenai Saya

Foto saya
manado, sulawesi utara, Indonesia
i belong to jesus