Shanghai, Cina, kita bisa melihat empat atau lima kuli menarik kereta beban yang berat. Hal itu merupakan pemandangan sehari-hari. Mereka bisa menarik kereta barang itu dengan mudah di tempat yang datar, tetapi ketika sampai di sebuah jembatan mereka sering kali mengalami kesulitan.
Saat saya melintasi jembatan itu, saya melihat seorang pria Cina berpakaian rapih, yang tanpa merasa khawatir bajunya menjadi kotor, menolong sebuah kereta barang yang sedang mengalami kesulitan. Perbuatanya itu tidak saja mengejutkan orang-orang yang lewat, tetapi juga para kuli itu. “Saya sangat tertarik dengan kelas pekerja ini”, ujar pria penolong itu kepada saya.
“ya,” jawab saya, “saya bahkan baru saja melihat anda menolong mereka.”
Dia menjawab “ itu pekerjaan saya. Kapan saja saya melihat mereka mengalami kesulitan sewaktu menarik kereta saya menolong mereka sampai ke tengah jembatan, dan kemudian saya memiliki kesempatan untuk mengkhotbahkan injil kepada mereka. Saya katakana kepada mereka, “ karena saya orang Kristen, saya menolongmu/ karena saya mengasihi Yesus saya harus baik hati kepada siapa saja.’dan jika saya melihat kereta dorong terbalik (hal ini pun merupakan pemandangan umum di sana,) saya menolong orang itu membereskan barang-barangnya, kemudian menginjilinya.” (china’s millions)
“ Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang Tuhan sudah dekat ! ”
(Flp. 4:5)
Baik hati
Label: Kisah Inspiratif
ATEISME Orang bebal

Ketika Dwight lyman (D.L) Moody (1837-1899) sedang memimpin kebaktian kebangunan rohani di berbagai kota di Amerika serikat dan Inggris, dia seringkali dihadapkan dengan orang-orang yang tidak setuju atau pengejek/ penolak ajaranya.
Di malam terakhir kebaktian penginjilan, seorang usher (penerima tamu) menyodori penginjil terkenal ini sebuah catatan saat dia memasuki auditorium. Karena mengira kertas itu berisi pengumuman, moody menenangkan hadirin yang melimpah dan bersiap membaca catatan itu. Dia lalu membukanya dan menemukan satu kata: “BODOH!”
Penginjil yang penuh semangat ini bisa mengendalikan dirinya dengan baik. Dengan tenang dia berkata, “ saya menerima surat yang luar biasa. Saya baru saja diberi catatan yang hanya terdiri dari satu kata saja: “Bodoh”. Saya ulangi, surat ini aneh sekali, saya sudah sering mendengar orang yang menulis surat, tetapi lupa mencantumkan namanya. Baru kali ini saya menerima surat yang hanya menuliskan namanya, namun lupa menuliskan suratnya! “
Dengan kepercayaan diri yang luar biasa, Moody bahkan memakai kejadian itu untuk mengubah tema khotbahnya menjadi: “ orang bebal berkata dalam hatinya. “ tidak ada Tuhan”
“orang bebal berkata dalam hatinya : “tidak ada Allah”. Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.”
(Mzm 14:1)
Label: Kisah Inspiratif
The Spirit of Altruism (Semangat Dari Altruisme)
saya punya sedikit info mengenai salah satu olahraga yang banyak mengandung nilai positif yaitu parkour..
Altuarisme : sifat mementingkan kepentingan orang lain
Mengamati perkembangan dunia dan cerita-cerita yang kemudian mewarnai dan menginspirasi banyak orang, saya teringat pada tokoh-tokoh yang menjadi idola saya sewaktu kecil. kisah petualangan Huckleberry finn, keberanian Tom Sawyer, ketabahan Oliver Twist, Old Shaterhand yang enviromentalis, kebiajksanaan dan wibawa Winnetou, Tintin yang pemberani,bahkan serial kartun indonesia pertama yang dulu sempat menjadi tayangan paling ditunggu2 selepas mandi sore si Huma dan Windy. Kisah-kisah yang bernafas seperti itu yang mungkin tidak pernah didengar lagi oleh anak-anak jaman sekarang. Atau masih ingatkah kita pada film Zorro yang diperankan oleh Douglas Fairbank?
Pada zaman saya kecil, cerita-cerita seperti itu menjadi cerita masa kecil yang fantastis dan secara tanpa sadar masih terbawa sampai sekarang. Ingatan-ingatan petualangan Huckleberry Finn mengeksplorasi alam di sekitarnya, semangat pertemanan dan persahabatan yang diusung dalam cerita-cerita Old Shaterhand dan Winnetou ,kesabaran menghadapi ujian dan kebencian orang lain yang ditunjukan Oliver Twist, keberanian Tintin menantang ketidak adilan, serta semangat tolong-menolong yang dicontohkan si Huma dan sahabatnya si Windy. Saya sadari betapa pada zaman-zaman tersebut begitu banyak tulisan, cerita dan film yang sangat bermutu dan berpengaruh besar terhadap perkembangan jiwa seseorang. Beruntunglah saya termasuk orang yang diperkenalkan pada cerita-cerita itu sewaktu kecil lewat dongeng-dongeng malam sebelum tidur.
Semangat-semangat seperti itu pada dasarnya semangat instingtif sesorang sebagai salah satu bentuk aktualisasi dan eksistensi individu. Jujur saja beberapa dari kita pasti pernah bercita-cita menjadi seperti Robin Hood, Zorro, Spiderman, Batman, Superman, atau beberapa teman kemudian memilih untuk menjadi seorang wartawan seperti halnya Tintin, atau petualang yang hidup di pedalaman bersama suku terasing karena terinspirasi Old Shaterhand. Sebuah kesadaran ingin bermanfaat dan berguna karena adanya sebuah stimulan dari lingkungan yang secara tidak langsung memberikan format karakter seseorang karena bahan asupan yang kemudian menjadi behavior atau sikap. Dan jujur secara statistik tidak dapat dibuktikan di atas kertas…bahwa sikap heroik dan kepahlawanan pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang.
Altruisme. Sebuah sikap tidak mementingkan diri sendiri sebagai negasi dari sikap egoisme, sebenarnya sebuah nilai dasar yang diusung oleh banyak tradisi dan bahkan juga agama. Sikap altruis ini muncul biasanya karena keterpanggilan atas sebuah tanggung jawab moral, bisa karena sebuah habit ataupun kedudukan atau kemampuan seseorang. Teringat pada kalimat Ben Parker dalam Spiderman 1,” behind a great power there’s a great responsibility”… secara tidak langsung memberikan sebuah ketegasan tentang efisiensi dan efektifitas dari kapasitas seseorang… “apa yang anda miliki, lakukan dan berdampak, memiliki sebuah petanggung jawaban pada saatnya”
Georges He’bert (lahir 27 April 1875di Paris – wafat2 August 1957di Tourgéville, Calvados) seorang guru pendidikan jasmani dari Perancis menyadari hal tersebut, sehingga kemudian menjadikan ethos ini menjadi motto pribadi,”e’tre fort pour e’tre utile”…”being strong to be usefull”, menjadi lebih kuat (lebih baik) untuk dapat menjadi berguna. Motto yang kemudian sampai sekarang menjadi motto kolektif bagi para praktisi disiplin yang menerapkan pola He’rbetian dengan diperkenalkannya “Parkour” oleh David Belle..
Dari sekian cerita-cerita yang mengisi masa kecil saya, ada satu cerita lagi yang kemudian mengisi masa dewasa saya dengan fantasi yang lebih realistik dari pada masa kecil yang mengangankan menjadi Superman, Batman, Spiderman, Zoro, Robin Hood, Tintin, Old Shaterhand, atau pun lain sebagainya. Kita yang mulai dewasa sudah faham mana yang mungkin dan mana yang tidak mungkin dilakukan. Jika anda termasuk orang yang pernah mengalami benjol, patah tulang atau rontok gigi sewaktu kecil karena pernah mencoba terbang seperti superman atau batman pasti pada akhirnya faham bahwa impian menjadi pahlawan hanya ada dalam komik atau film saja, sehingga kompensasinya adalah minimal menjadi pahlawan buat orang-orang terdekat saja semisal, adik, kekasih, istri, anak, keluarga, teman dan orang2 yag masih bisa anda tolong dalam bentuk yang lain. Menjadi pahlawan sesungguhnya dalam bentuk yang konkkrit, kondisi dan situasi yang realistis adalah sebuah bentuk realisasi pemahaman dari semangat altruisme. Etos ini pada dasarnya dimiliki setiap orang, bahkan yang menurut orang bilang ,penjahat atau sekelas bajingan pun. Masalahnya adalah kesadaran dan pembiasaan. Cerita Samurai era Modern “Yamakasi” memberikan saya sebuah fantasi yang realistik tentang menjadi seorang pahlawan dan kebermanfaatan dari kemampuan yang dimiliki seseorang.
Cerita yang disutradai Ariel Zeiton ini memberika sebuah gambaran tentang tanggung jawab atas dampak dari apa yang setiap orang lakukan. Parkour yang diperkenalkan disini memberikan sebuah pemahaman bahwa menjadi pahlawan membutuhkan proses panjang. Bahkan tanggung jawab moralnya adalah apa yang kita lakukan pun memiliki dampak buat orang lain, tidak hanya positifnya saja tapi juga negatifnya. Tanpa kehati-hatian dan kebijaksanaan kemampuan sebesar apapun membahayakan, tidak hanya diri sendiri bahkan orang lain. Dalam cerita tersebut diceritakan seorang anak penggemar grup Yamakasi kemudian mencontoh apa yang dilakukan sehingga terjatuh dan mengalami kegagalan jantung. Hal ini menyadarkan semua anggota Yamakasi bahwa apa yang mereka lakukan sebagai sebuah sebuah kesenangan dan pencapaian pribadi tetap memiliki sebuah tanggung jawab moral bagi orang lain. Memberikan sebuah penyadaran pada orang lain bahwa pencapaian sesorang tidak bisa diukur dari hasil tapi dari proses.
Sebuah fenomena yang kemudian berkembang ketika parkour menjadi sebuah urban trend, banyak orang cedera karena ingin mencoba menjadi seseorang yang dia lihat di video-video yang dia lihat tanpa melihat proses panjang untuk mencapai kesana…padahal apa yang diusung dan diajarkan oleh Parkour adalah menjadi diri sendiri, menjadi pahlawan dengan cara anda sendiri. David Belle tidak menjadikan orang2 yang berlatih bersamanya untuk menjadi seperti dirinya atau mengikuti gayanya, tapi memberikan sebuah gambaran tentang prosesnya. Pada setiap latihannya, Stephane Vigroux selalu mengatakan, “you may follow my route, but you don’t have to move exactly like i do, just move as your own way…”
Mampu meakukan gerakan2 vaulting atau lain sebagainya bukan sebuah ciri yang merepresentasikan anda seorang traceur/traceuse…karena mampu melakukan vaulting apalagi flip bukanlah parkour itu sendiri, tetapi sikap dan keseharian anda yang menunjukan apakah anda seorang traceur/traceuse atau bukan…
Altruisme adalah akar semangat munculnya motto “e’tre fort pour e’tre utile”, BEING STRONG TO BE USEFULL. Rosul Muhammad SAW mengatakan,”manusia selamat yang paling sejati kekuatannya setara 20 orang biasa dan muslim sejati adalah yang bermanfaat untuk seluruh alam”…
Menjadi Pahlawan adalah sebuah proses panjang, pahlawan sejati tak mengenal umur. Semangat mereka tak pernah mati,” pour e’tre durer…”. Wahai para calon Pahlawan….berlatihlah terus….
“PRACTICES FOR YOURSELF AND BE STRONG FOR OTHERS…”
(inspired by: The Great Inoman).
Label: parkour
SABAT = ISTIRAHAT = LIBURAN?
Siapa yang tidak senang bila liburan tiba? Dari anak kecil yang baru masuk playgroup sampai profesor yang sudah berakar di kampus, dari tukang sapu jalanan hingga mereka yang duduk di puncak kekuasaan, semua menantikan datangnya liburan itu. Bahkan sejak jauh-jauh hari, apa saja yang akan dilakukan di dalam masa liburan sudah direncanakan dengan seksama. Liburan dinantikan dengan sungguh tidak sabar. Bahkan di hari-hari mendekati masa liburan, penantian itu sudah mengganggu konsentrasi kita dalam melakukan aktivitas yang lain. Bau liburan itu terlalu kuat….
Bukan hanya itu saja, ke mana-mana kita sudah dibuat untuk mencium bau liburan tersebut. Masuk mal? Dari jauh saja kita sudah mencium berbagai tawaran harga khusus liburan. Diskon baju, sepatu, alat-alat rumah tangga, alat-alat sekolah, HP, apa saja. Semua orang berbondong-bondon memborong barang-barang diskon tersebut tanpa memikirkan dan mempertimbangkan apakah barang itu diperlukan atau tidak. Yang ada adalah pemikiran bahwa barang-barang tersebut suatu hari mungkin akan saya butuhkan maka saya perlu beli sekarang, wong mumpung diskon. Atau, kita mencuci otak kita sendiri dengan mengatakan bahwa yang di rumah itu sudah selayaknya diganti, makanya mumpung diskon ya beli aja… kan rugi kalau sudah tidak ada diskon lagi. Maka, jadilah rumah kita sebagai gudang penampungan barang-barang diskon yang dengan bangga kita tunjukkan kepada teman-teman kita, betapa “pintarnya” kita mendapatkan barang diskon.
Label: Renungan hari ini
Untuk apa kita hidup???

pertanyaan diatas sejenak menghantui pikiran saya...
saya tidak mengerti untuk apa kita hidup??? saya pernah coba menanyakan ini kepada beberapa orang, tapi jawaban yang mereka semua berikan nyaris sama... intinya mereka "berpendapat" bahwa kita hidup untuk Tuhan.
kemudian saya kembali bertanya lalu apa yang sudah anda lakukan untuk Tuhan???
pertanyaan ini saya tujukan kepada kita semua, saya sangat sedih jika membandingkan kehidupan semua orang dengan jawaban yang mereka berikan, ini sungguh bernanding terbalik.
jika kita melihat kehidupan masyarakat sekarang, semua sibuk dengan pekerjaan mereka, ada yang berkata mereka bekerja agar dapat bertahan hidup, dan untuk bisa menyembah tuhan.. semua hanya omong kosong belaka, tidak perlu saya jelaskan mengapa saya berkata demikian. buktinya bisa kita lihat dari kehidupan semua orang di jaman ini.
bekerja, uang, kekuasaan, kesombongan, membanggakan diri.
tidak perlu di pungkiri lagi, bagaimana pun anda mengelak anda tetap tidak bisa.
semua ini mempengaruhi jalan pikiran anak muda jaman sekarang (termasuk saya) say sungguh bimbang dengan semua ini, pribadi saya ingin menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan, tetapi Orang tua saya jelas-jelas menentangnya.
alasan yang mereka berikan adalah "melayani tuhan bukan hanya dengan cara menjadi hamba Tuhan" persetan dengan semua ini. karena saya mengerti jalan pikiran mereka, mereka berpikir hidup seorang hamba Tuhan pasti pas-pasan(materialistis)
jadi saudara seiman apakah sebenarnya tujuan anda hidup???
sebelum menjawabnya mari kita renungkan dulu kihidupan kita sekarang.
Label: Renungan hari ini
SURAT KECIL UNTUK TUHAN
Tuhan ..
Andai aku bisa kembali..
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan ..
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada siapapun
Cuplikan itu menjadi sedikit bait dari sebuah tulisan yang ditulis seorang remaja penderita kanker Rabdomiosarkoma atau kanker jaringan lunak. Sebuah kanker ganas yang menyerang pada bagian wajah seorang gadis remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika.
Umurnya masih 13 tahun saat dokter mengatakan kepada ayahnya bahwa putrinya hanya dapat bertahan selama lima hari bila tidak melakukan operasi segera.
Hati ayah mana yang tidak hancur ketika tahu jalannya operasi itu harus membuat sang putri kehilangan sebagian wajahnya. Sedangkan sang putri mulai bertanya mengapa diwajahnya mulai tumbuh gumpalan sebesar buah kelapa. Tak ingin melukai hati anaknya, sang ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara.
Namun perlahan Keke mulai menyadari dirinya bukan sakit biasa, ia sadar hidupnya tak mungkin akan bertahan lama dengan pandangan mata yang mulai buta oleh kanker.
Walau akhirnya ia tahu ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya.
Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat.
Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil, Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Keberhasilan dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker yang baru pertama kali terjadi pada putri Indonesia ini menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya.
Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Keke sadar napasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernapas lebih lama dari vonis lima hari bertahan hingga tiga tahun lamanya.
Dokter menyerah terhadap kankernya, di napasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.
Napasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan Idul Fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi. Ribuan air mata berjatuhan ketika biografi pertamanya dikeluarkan secara online. Pesan Keke terhadap dunia berhasil menyadarkan bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Perjalanan waktu, biografi Keke pun dipasarkan secara luas.
Ditulis oleh Agnes Davonar, buku yang penuh dengan hikmah dan ketulusan ini diberi judul Surat Kecil untuk Tuhan ini menjadi buku kedua penulis yang memulai kariernya dari sebuah blogger dengan situs http://lieagneshendra.blogs.friendster.com.
Label: Kisah Inspiratif
